Jumat, 22 Desember 2017

Pembelajaran dan pengembangan kurikulum (belajar dan pembelajaran)

Kurikulum merupakan wahana belajar-mengajar yang dinamis sehingga perlu dinilai dan dikembangkan secara terus-menerus dan berkelanjutan sesuai dengan perkembangan yang ada dalam masyarakat. Pengembangan kurikulum adalah suatu proses yang menentukan bagaimana pembuatan kurikulum akan berjalan.

☆ Pengembangan kurikuum mengacu pada tiga unsur, yaitu:
(1) nilai dasar yang merupakan falsafah dalam pendidikan manusia seutuhnya; (2) fakta emperik yang tercermin dari pelaksanaan kurikulum, baik berdasarkan penilaian kurikulum, studi, maupun survei lainnya; dan (3) landasan teori yang menjadi arahan pengembangan dan kerangka penyorotnya.

☆ Komponen-komponen pengembangan kurikulum yakni:

a. Tujuan.
Tujuan sebagai sebuah komponen kurikulum merupakan kekuatan-kekuatan fundamental yang peka sekali, karena hasil kurikuler yang diinginkan tidak hanya sangat mempengaruhi bentuk kurkulum, tetapi memberikan arah dan fokus untuk seluruh program pendidikan.
b. Materi/pengalaman belajar.
Kurikulum pendidikan formal adalah memilih dan menyususn isi (komponen kedua dari kurikulum) supaya keinginan tujuan kurikulum dapat dicapa dengan cara paling efektif dan supaya pengetahuan paling penting yang diinginkan pada jalurnya dapat disajkan secara efektif.
c. Organisasi.
 Jika kurikulum merupakan suatu rencana untuk belajar maka isi dan pengalaman belajar membutuhkan pengorganisasian sedemkian rupa sehingga berguna bagi tujuan-tujuan pendidikan.
d. Evaluasi.
 Evaluasi ditujukan untuk melakukan evaluasi terhadap belajar siswa (hasil dan proses) maupun keefektifan kurikulum dan pembelajaran.


☆ Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum, antara lain sbb:

a. Prinsip relevansi.
Relevansi berarti sesuai antara komponen tujuan, isi/pengalaman belajar, organisasi, dan evaluasi kurikulum, dan juga sesuai dengan kebutuhan masyarakat baik dalam pemenuhan tenaga kerja maupun warga masyarakat yang diidealkan.
b. Prinsip kontinuitas.
Isi/pengalaman belajar, organisasi, dan evaluasi dikembangkan secara berkesinambungan.
c. Prinsp fleksibiltas.
Kurikulum harus mampu disesuaikan denagn situas dan kondisi setempat dan waktu yang selalu berkembang tanpa merombak tujuan pendidikan yang harus dicapai.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Ria Prianti Blogger Template by Ipietoon Blogger Template